Warga Temuka Susunan Batu Bata Candi Sekitaran Makam Rang Kayo Hitam

Warga Temuka Susunan Batu Bata Candi Sekitaran Makam Rang Kayo Hitam

SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK - Salah satu warga Kecamatan Berbak menemukan struktur batu bata yang diduga sebagai bagian dari bangunan candi di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Hal itu dilakukan tanpa sengaja ketika Mail ingin menimbun jalan menggunakan tanah gundukan di sekitar Candi. Penemuan struktur yang diduga bagian Candi tersebut, ditemukan sekitar satu bulan lalu di sekitar lokasi Makam Rang Kayo Hitam.

    Mail menceritakan, saat itu Ia yang hendak menggali tanah gundukan untuk menimbun lokasi lahan parkir di halaman Makam Rang Kayo Hitam. Tanpa sengaja Mail menemukan susunan batu bata yang menyerupai batu bata Candi.

"Awalnya kita lihat ada gundukan tanah kuning, namun ketika gundukan semakin dalam dicangkul baru mata cangkul menghantam susunan bata yang tersusun rapi," katanya.

Untuk bentuk batu bata yang ditemukan tersebut, dapat dikatakan sama dengan jenis batu bata yang digunakan pada komplek Candi yang lebih dahulu ditemukan disekitarnya.

"Saat ditemukan tumpukan bata tersebut lebih rapi dan tersusun sejajar, dengan panjang lebih kurang 1,5 Meter," tambahnya.

Terkait temuannya tersebut, dirinya sudah melaporkan ke pemerintah setempat kecamatan maupun ke pihak BPCB Jambi. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari temuan tersebut.

"Untuk lokasinya sendiri dari tidak jauh dari situs Candi dan Makam Putri Julan, hanya sekitar 5 meter dari pagar kompleks candi," terangnya.

Sementara itu, Camat Berbak Muhammad Yani, saat dikonfirmasi di lokasi penemuan tersebut mengatakan, terkait temuan itu dirinya memang sudah mendapatkan informasi dari juru kunci makam Mail.

"Sekarang kita masih menunggu tindak lanjut dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jambi untuk tindakan selanjutnya," ujarnya.

Lebih lanjut Yani menambahkan, untuk sementara ini temuan struktur batu Candi tersebut sengaja kembali ditutup (diguruk) hingga ada tindak lanjut dari pihak BPCB.

"Saat ini kami belum menggali lagi lokasi temuan itu, karena saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak BPCB," jelasnya.

Selain itu, Dia juga berharap lokasi Makam Rang Kayo Hitam dan beberapa lokasi peninggalan sejarah yang di Kecamatan Rantau Rasau agar bisa lebih diperhatikan oleh pihak Provinsi Jambi agar bisa lebih tertata rapi.

"Kami berharap nantinya lokasi peninggalan sejarah yang ada di Kecamatan kami saat ini dapat menjadi destinasi wisata dan ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik itu masyarakat Tanjabtim dan juga masyarakat luar Provinsi Jambi," tukasnya.(mln)

Komentar Pembaca