Buaya Kerap Muncul, Petani Enggan Bersihkan Aliran Sungai

Buaya Kerap Muncul, Petani Enggan Bersihkan Aliran Sungai

SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK - Warga Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengeluhkan buaya kerap muncul di aliran sungai.

   Hal ini seperti yang dikeluhkan salah satu postingan akun Facebook milik Ambo Irik. Dia mengatakan, bahwa salah satu penyebab membuat Kelompok Tani Usaha Bersama Desa Simpang Datuk enggan membersihkan aliran air menuju ke lokasi pertanian, karena buaya sering muncul menampakkan diri di sungai.

Untuk itu Ia berharap, pihak dinas terkait agar bisa mencarikan jalan keluarnya. Sebab, saluran air tersebut satu-satunya aliran yang menuju lokasi pertanian yang terdapat 5 Kelompok Tani.

Menurutnya, ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Pasalnya, sebentar lagi akan masuk musim tanam Gertak Tanpa Dusta yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Tanjabtim.


"Petani menemukan buaya mengambang di area pengairan lokasi pertanian di klpk tani usaha bersama ds spg datuk, inilah salah satu alasan kenapa petani enggan utk membersihkan aliran air yg menuju ke lokasi pertanian, kami mohon agar dinas terkait mencari jalan keluarnya, krn saluran air itu satu2 nya,aliran air yg mnuju k lokasi pertanian utk 5 klpk tani,, ini harus mnjdi pemikiran kt bersama di karenakan, akan memasuki musim tanam gertak tanpa dusta, salah satu program pemkab tanjab timur, yg sama2 kita bangga kan dan kita cintai, terima kasih," tulis didinding akun Facebook miliknya.

Sementara, Camat Nipah Panjang, Helmi ketika dikonfirmasi terkait kelurahan petani Simpang Datuk mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan BKSDA dan pihak terkait lainnya bagaimana solusinya.

"Saya menghimbau, untuk sementara masyarakat atau petani untuk tidak mendekati sungai dulu, jika memang kondisi sungai dalam keadaan berbahaya," singkat Helmi melalui sambung telepon, Selasa (17/3/2020) pagi.(mln)

Komentar Pembaca