BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga Desember 2020

BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga Desember 2020


SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK
- Sesuai dengan Peraturan Menteri Desa Nomor 14 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2020, maka Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) diperpanjang hingga bulan Desember 2020 mendatang. 


"Perpanjangan BLT ini dari bulan Oktober, November dan Desember 2020. Sebelumnya BLT ini disalurkan bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus dan September 2020," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjabtim, Drs. Berilyan.


BLT yang diberikan langsung oleh pemerintah desa tersebut, besarannya sebesar Rp 300 ribu per Kepala Keluarga (KK), terhitung sejak bulan Juli kemarin. Sedangkan sebelumnya, bulan April, Mei dan Juni besar yang diterima masyarakat Rp 600 ribu per KK.


"Terkait dengan sampai kapan BLT DD ini disalurkan, kami belum tahu. Artinya kami akan tetap menunggu aturan-aturan dari Kementerian, apakah bantuan ini tertap berlanjut atau tidak sampai tahun 2021," sebutnya.


Karena banyaknya bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19 ini, maka Dinas PMD Kabupaten Tanjabtim bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanjabtim untuk menyelaraskan data agar tidak terjadinya tumpang tindih.


"Total keseluruhan penerima BLT ini lebih kurang 4.800 KK. Data ini mungkin bisa bertambah dan berkurang melalui Musyawarah Desa," terangnya.


"Data bisa berkurang jika ada warga yang namanya masuk dalam bantuan sosial lainnya, seperti PKH, BPNT dan BST. Karena didalam aturan itu jelas penerima BLT DD ini adalah keluarga yang berhak menerima diluar bantuan sosial lainnya," sambungnya.


Ditambahkannya, Dana Desa banyak terserap di BLT, sehingga pembangunan di desa sangat berdampak. Anggaran pekerjaan kegiatan fisik di desa hanya didapat setelah Dana Desa dikurangi untuk penyaluran BLT.


"Dengan berkurangnya pekerjaan fisik, tentu juga berdampak bagi masyarakat. Pasalnya, tenaga pekerja yang digunakan biasanya tenaga lokal di desa itu sendiri," tutupnya.(mln)

Komentar Pembaca