Banjir Sungai Teluk Dawan, Serangan Buaya Mengancam

Banjir Sungai Teluk Dawan, Serangan Buaya Mengancam


SABAKUPDATE.COM, SABAKBARAT
- Banjir di sungai Teluk Dawan Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kembali terjadi. Ancaman dari serangan buaya tak luput dari kewaspadaan warga setempat.


Banjir yang merupakan air pasang surut tersebut, adalah banjir terbesar setelah banjir yang terjadi pada penghujung tahun 2020 lalu. Dari sebanyak 5 RT yang berada di sepanjang hamparan sungai Teluk Dawan, terdapat 2 RT yang cukup parah terendam banjir.


"Ketinggian air mulai dari betis sampai dengan lutut orang dewasa. RT 4 dan 5 banjirnya cukup parah, sehingga kami harus lebih waspada," kata Ketua RT 4, Usman.


Dalam sehari lanjutnya, banjir pasang surut ini terjadi 2 kali, yakni dari subuh sampai dengan pukul 08.00 WIB, kemudian dari pukul 14.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Menurutnya, banjir sudah terjadi dalam Satu Minggu, namun yang terparah Tiga hari belakangan ini.


"Sudah Satu Minggu lah banjir ini, tapi dalam Tiga hari ini lah air pasang tinggi," sebutnya.



Hal senada juga dikatakan Zakaria. Menurutnya, selain banjir yang menghantui warga, kemunculan buaya juga menjadi ancaman. Sebab, hampir setiap hari buaya menampakkan diri sungai Teluk Dawan tersebut. Namun, kemunculan buaya tidak sampai ke tepi sungai dekat dengan pemukiman warga.


"Bisa dikatakan setiap hari buayanya muncul, tapi hanya di sudut sungai dan di tengah sungai. Jadi kalau buaya muncul, kami tidak memperbolehkan anak-anak main diluar," jelasnya.


Kebanyakan kemunculan buaya di sungai Teluk Dawan ini, merupakan jenis buaya julung-julung dan buaya katak. Namun yang sering muncul itu kebanyakan buaya katak. Untuk ukuran buaya yang sering muncul mulai dari 3-5 meter.


"Buaya disini kebanyakan buaya julung-julung dan katak. Tapi yang sering muncul buaya katak, itu pun pernah yang muncul ukurannya 3 sampai 5 meter," terangnya.


"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pinggiran sungai harus dibangun turap. Jadi saat pasang air tidak masuk lagi, dan meminimalisir ancaman serangan buaya," tambahnya.(mln)

Komentar Pembaca