Petani Duku Terancam Merugi

Petani Duku Terancam Merugi


SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK
- Ribuan pohon duku di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), diserang penyakit, sehingga para petani terancam mengalami kerugian.


Seperti yang terjadi di Pangkal Kemang Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Saat ini, agar tanaman duku dapat bertahan hidup dan selamat dari serangan penyakit, petani menaburi kapur tembok dan cairan Terusi di batang pohon untuk menghindari serangan virus yang bisa menyebabkan tanaman duku mati.


"Kita mengakalinya dengan menaburi kapur tembok dan cairan Terusi untuk menyelamatkan pohon duku kami agar tidak mati," kata salah satu petani duku di Kelurahan Rani, Idris.


Menurutnya, penyakit seperti ini dari dulu sudah ada, namun tahun ini sangat parah, serangannya merata, ribuan batang duku sudah terkontaminasi virus. Akibatnya pohon duku layu, mengering hingga mati. 


"Pihak oemerintah sudah pernah turun dan mengambil sampel penyakit ini, namun belum ada formulasi yang pas untuk menyelematkan duku di tempat kita ini," ungkapnya.


Maka dari itu, pada tahun ini petani dipastikan merugi. Hal itu dikarenakan hasil panen mereka yang tidak maksimal akibat pohon duku banyak yang mati. Akibatnya, petani dipastikan mengalami mencapai miliaran rupiah.


"Selain itu, tahun ini diprediksi pohon duku berbuah agak terlambat, karena perubahan cuaca yang tidak menentu," jelasnya.


Saat ini tambahnya, petani hanya bisa pasrah sambil menunggu ada kepastian dari pemerintah dalam menanggulangi penyakit yang menjarah pohon duku petani di Kabupaten Tanjabtim.


"Kami sangat berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, agar duku kami selamat dan kami juga bisa panen," harapnya.(mln)

Komentar Pembaca