Angin Utara, Nelayan di Tanjabtim Tak Berani Melaut

Angin Utara, Nelayan di Tanjabtim Tak Berani Melaut

SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK  - Musim angin Utara di bulan Januari tahun 2020 cukup berdampak bagi sejumlah nelayan. Bagaimana tidak, ketinggian gelombang jika memasuki musim angin Ytara di perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mencapai 2 meter. Sehingga tidak sedikit nelayan tidak dapat melakukan aktifitas di laut.

Fikri Saputra, salah seorang Nelayan Kecamatan Kuala Jambi mengatakan, memasuki musim angin Utara tak banyak nelayan yang berani melaut. Karena selain ombak cukup besar, cuaca juga tidak dapat di prediksi. Apalagi kondisi perahu nelayan yang dimilikinya hanya berkapasitar 3 GT saja.

"Saat ini memang lagi musim angin Utara. Ombak besar sampai 2 meter. Kami mencuri-curi waktu yang bagus untuk melaut," katanya sembari memperbaiki jaring yang rusak, Kamis (2/1/2020).

Dijelaskannya, dengan kondisi kapasitas perahu 3 GT, dirinya hanya beroperasi 1 Mil dari bibir pantai. Sedangkan di musim saat ini, Dia tidak berani untuk mencapai 1 Mil dari bibir pantai.

"Cuaca normal 1 Mil saja operasi kami. Kalau cuaca seperti ini tidak sampai 1 mil. Terkadang belum sampai lokasi, cuaca berubah, jadi kami pulang," jelasnya.

Terpisah, pemilik Bangsal Ikan, Sawaludin mengungkapkan, meski gelombang cukup besar, tidak berpengaruh dengan hasil tangkapan ikan. Bahkan di musim angin Utara ini, jika nelayan punya nyali, maka hasil tangkapan cukup maksimal.

"Ombak tidak pengaruh dengan hasil tangkapan. Malahan tangkapan nelayan cukup maksimal. Hanya saja, banyak nelayan yang tidak mau mengambil resiko," bebernya.

Sementara itu, pantauan media ini dilapangan, akibat ombak besar banyak nelayan yang memilih tidak melaut. Tak banyak pula sebagian nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap menjelang kondisi ombak normal.(lan)

Komentar Pembaca