Isu Diduga Beras Plastik di Nipah Panjang Tidak Benar, Ini Ciri-cirinya

Isu Diduga Beras Plastik di Nipah Panjang Tidak Benar, Ini Ciri-cirinya

SABAKUPDATE.COM, MUARASABAK – Beredarnya isu beras plastik di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tidak lah benar. Nandang salah satu anggota Tim Satgas Pangan Tanjabtim saat dikonfirmasi meyakini, bahwa berdasarkan 10 ciri indikator fisik beras asli, beras yang diduga plastik yang beredar di Kecamatan Nipah Panjang tersebut merupakan beras asli.

   Sebab menurutnya, tanpa di uji labor pun tampak dari luar beras itu memang terlihat asli.

"Secara fisik minimal ada 10 indikator untuk menentukan beras asli atau tidak. Dan beras plastik yang diisukan itu, berdasarkan tampilan fisiknya berasnya memang asli, bukan plastik," katanya.

Dia menjelaskan, 10 indikator ciri beras asli itu, diantaranya beras terlihat keruh tidak bening, direndam dalam air akan tenggelam tidak terapung, diujung puting beras terlihat putih, dibakar tidak meleleh, dimasak bisa menjadi bubur dan lain sebagainya.

"Dan semua ciri yang diduga beras plastik di Nipah Panjang tersebut sudah diuji semua. Mulai dari dibakar tidak meleleh, direndam di air berasnya tenggelam, berasnya juga tidak bening dan dimasak pun jadi nasi," ungkapnya.

Hal itu berdasarkan identifikasi seluruh Tim Satgas Pangan Tanjabtim. Jadi beras yang diduga beras plastik tersebut, tidak benar adanya. Hanya saja, ada perbedaan aroma.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim tidak ingin gegabah dalam mengambil kesimpulan. Pemkab Tanjabtim akan tetap menunggu hasil dari Laboratorium Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jambi.

"Jadi kita tunggu saja hasil Lab nya. Apakah beras tersebut benar beras plastik atau beras yang tidak layak konsumsi, ataukah beras tersebut mengandung bahan kimia," ujarnya.

Dijelaskannya, beras yang diduga plastik itu merupakan beras kemasan baru yang tengah dipromosikan, dan baru beredar di Kecamatan Nipah Panjang.

"Kita juga sudah berikan himbauan di seluruh kecamatan untuk pemantauan beredarnya beras tersebut," ucapnya.(mln)

Komentar Pembaca