Dihantam Gelombang, Sejumlah Rumah Warga di Air Hitam Laut Rusak

Dihantam Gelombang, Sejumlah Rumah Warga di Air Hitam Laut Rusak


SABAKUPDATE.COM, SADU
- Sebanyak 5 rumah warga, 1 bangunan pengawas perikanan dan 1 bangsal di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), rusak dihantam gelombang air pasang.


Terjadi sejak Kamis (14/1) lalu, hingga Sabtu (16/1) hari ini, kondisi gelombang yang berada di pesisir pantai, tepatnya di RT 10 Dusun Nelayan masih dalam kondisi gelombang tinggi. Sehingga potensi rumah warga akan dihantam gelombang masih bisa terjadi.


"Hingga hari ini Sabtu (16/1), gelombang pasang masih terjadi di Desa Air Hitam Laut," kata Alimin, salah seorang warga yang rumahnya rusak akibat tersapu gelombang.


Diakuinya, peristiwa ini yang paling parah selama Dirinya tinggal di Desa Air Hitam Laut sejak 30 tahun silam. Akibat kejadian ini, sejumlah barang keperluan rumah tangga hanyut disapu gelombang.


"Barang-barang sebagian tidak bisa diselematkan, lantai rumah hancur, perkakas rumah tangga semua jatuh ke bawah disapu air," sebutnya.


Senada juga disampaikan Agus, salah satu warga yang rumahnya juga rusak disapu gelombang. Dia menuturkan, tinggi gelombang mencapai 3 meter menyapu rumah yang ada di dekat muara sungai Air Hitam Laut. Akibat hantaman gelombang, rumahnya menjadi condong nyaris roboh.


"Gelombang besar terjadi saat air pasang, hanya satu jam rumah kami hancur," ungkapnya.


Terpisah, Kepala Desa Air Hitam Laut, Abri Sandria saat dikonfirmasi menjelaskan, musibah ini selain akibat air pasang, intensitas hujan yang tinggi juga penyebabnya. Musibah ini diperparah dengan abrasi yang terjadi di bagian tanjung muara sungai.


"Abrasi sudah menggerus bagian tanjung sejauh 100 meter, air laut tidak tertahan hingga menghantam rumah di dekat lokasi abrasi," jelasnya.


Akibat peristiwa ini, warga rumahnya yang terdampak harus mengosongkan rumah sampai kondisi air benar-benar aman. 


"Jalan beton didekat bangsal ikan juga roboh, termasuk rumah dinas milik pemerintah rusak berat dan intasali listrik dirumah yang terdampak kami putus menghindari konsleting listrik," tukasnya.(mln)

Komentar Pembaca